Ada dua orang pemuda yang sedang menggali lubang untuk menemukan harta karun.Mereka mendapatkan petunjuk bahwa harta karun tersebut tertanam di tanah dengan kedalaman kira kira 3 meter.
Pemuda pertama adalah orang yang pesimis sedangkan pemuda kedua adalah orang yang optimis .Keduanya mulai menggali lubang dengan harapan yang sama yaitu memperoleh harta karun sesuai dengan petunjuk yang diddapat.
Beberapa waktu kemudian pemuda pertama telah menggali tanah sedalam 2 meter,pada kedalaman tersebut cangkulnya membentur tanah keras dan mulai sulit untuk digali lebih ke dalam.
Ia menyeka keringatnya dan mengeluh,"Aduh kok masih kurang 1 meter lagi ya,badanku sudah capek sekali rasanya ,mana tanahnya keras lagi".Ia mulai berhenti menggali dan berpikir ,"Wah jangan-jangan petunjuk itu tidak benar,Aku sudah capek capek menggali dan sampai saat ini tidak ada tanda keberadaan harta karun itu."Setelah berpikir lama akhirnya ia menghentikan penggalian dan pulang ke rumahnya.
Pemuda kedua mencapai kedalaman yang sama dan cangkulnya membentur tanah yang keras juga.Sambil berhenti sejenak ia berkata,"Yes sudah 2 meteran ,tinggal 1 meter lagi untuk menemukan harta karun ."
Kemudian ia terus menggali dengan lebih bersemangat walaupun tanahnya semakin keras.Pada kedalaman 3 meter cangkulnya membentur benda yang keras.Ketika digali lebih dalam ia menemukan sebuah kotak yang besar.Ketika kotak itu diangkat dan dibuka di dalamnya penuh dengan harta karun sesuai dengan petunjuk yang didapat.
Seringkali kegagalan yang kita alami bukan karena kita tidak mampu atau tidak pernah ada kesempatan ,namun karena kurang optimis .Kita lebih suka melihat dari sisi negatif setiap peristiwa yang kita alami dan membuat lemah diri kita sendiri.
Semangat menjadi menurun dan akhirnya berhenti ditengah jalan.Apalagi kita telah mengalami kegagalan beberapa kali ."Wah masih satu meter & yes ,tinggal satu meter " adalah dua kata yang serupa tapi tak sama .
JANGAN MUDAH MENYERAH ,TETAPLAH BERJUANG !!!!!!!!!
Rabu, Mei 20, 2009
TIPS MENGHINDARI FLU BABI
WHO sudah menaikkan level pandemic dari 4 ke 5, jadi tidak ada salahnya kita menjaga diri dan menghindari flu babi. Tips di bawah ini semoga berguna:
1. Jangan berjabat tangan dengan babi yang sedang flu (selain akan tertular flu
oleh babi, anda juga akan dianggap orang Gila)
2. Jangan berciuman dengan babi yang sedang flu (apalagi yang ini, anda Ga mau kan
diliat orang sedang berciuman dengan babi)
3. Cucilah tangan setelah anda bergulat dengan babi di kandang babi
4. Jangan suka mengucapkan kata babi ke pada orang lain (babi lu......)
5. Jangan tidur sebelahan sama babi
6. Jangan menerima babi sebagai teman Anda di facebook karena dia dapat mengharvest
teman2 Anda di facebook
7. Jikapun Anda memang memelihara babi, sediakan selalu sapu tangan/tissue untuk
babi-babi Anda supaya dapat menutup hidung dan mulutnya bila bersin.
8. Hindarilah berenang di kolam renang babi, setidaknya untuk saat ini.
9. Jangan memcopas Tread ini ke babi-babi tanpa persetujuan TS nya, dikhawatirkan
mereka jadi tau sehingga mencari cara penularan lain
10. Hindari memakai segala asesori babi (kaos gambar babi, anting2 babi, kalung
babi, ikat pinggang sabuk babi, DLL), babi-babi yang sedang flu itu mungkin akan
mengira Anda adalah simpatisan babi, sehingga kemungkinan mereka akan menyerbu
Anda untuk meminta perlindungan karena saat ini banyak yang memburu mereka untuk
membunuhnya.
11. Salah satu yang juga penting adalah agar para babi ngepet untuk segera
menyadarkan diri (tiup saja lilinnya) dan kembali ke jalan yang benar sebelum
mereka menciptakan varian baru virus tersebut; "flu babi ngepet". ..
Keep smiling..
1. Jangan berjabat tangan dengan babi yang sedang flu (selain akan tertular flu
oleh babi, anda juga akan dianggap orang Gila)
2. Jangan berciuman dengan babi yang sedang flu (apalagi yang ini, anda Ga mau kan
diliat orang sedang berciuman dengan babi)
3. Cucilah tangan setelah anda bergulat dengan babi di kandang babi
4. Jangan suka mengucapkan kata babi ke pada orang lain (babi lu......)
5. Jangan tidur sebelahan sama babi
6. Jangan menerima babi sebagai teman Anda di facebook karena dia dapat mengharvest
teman2 Anda di facebook
7. Jikapun Anda memang memelihara babi, sediakan selalu sapu tangan/tissue untuk
babi-babi Anda supaya dapat menutup hidung dan mulutnya bila bersin.
8. Hindarilah berenang di kolam renang babi, setidaknya untuk saat ini.
9. Jangan memcopas Tread ini ke babi-babi tanpa persetujuan TS nya, dikhawatirkan
mereka jadi tau sehingga mencari cara penularan lain
10. Hindari memakai segala asesori babi (kaos gambar babi, anting2 babi, kalung
babi, ikat pinggang sabuk babi, DLL), babi-babi yang sedang flu itu mungkin akan
mengira Anda adalah simpatisan babi, sehingga kemungkinan mereka akan menyerbu
Anda untuk meminta perlindungan karena saat ini banyak yang memburu mereka untuk
membunuhnya.
11. Salah satu yang juga penting adalah agar para babi ngepet untuk segera
menyadarkan diri (tiup saja lilinnya) dan kembali ke jalan yang benar sebelum
mereka menciptakan varian baru virus tersebut; "flu babi ngepet". ..
Keep smiling..
Kamis, April 16, 2009
Sayangi Hatimu
Sabtu Pagi itu tepat di pasar Pal, Jalan raya bogor persimpangan akses ui dengan Jalan raya bogor, di pasar itu saya melihat seorang ibu yang memarahi anaknya dengan kata-kata kasar, dengan cubitan di paha anak tersebut yang membuat anak kecil itu menangis dan tak henti-hentinya, saya memberanikan diri untuk menanyakan kepada ibu tersebut "kenapa anaknya bu" tanya saya singkat kepada ibu tersebut.
"Ini anak, kalau kepasar pasti mintanya jajan terus, kemarin sudah beli mainan, sekarang minta beli mainan lagi, dan dia mengambek dan teriak-teriak di tanah, lagian kan saya bawa uang cukup untuk belanja doang" ungkap ibu itu dengan logat jakarta yang kental, "oh kenapa di cubit & dimaki kan kasihan bu" lanjut saya kepada ibu tersebut. "ya gimana engga dimarhi abis kesel banget di bilangin kagak ngarti-ngarti bandel banget deh ni anak" ucap ibu tersebut "memang dia minta apa bu, tanya saya lagi" si ibu menjawab "itu dia minta dibeliin pedang-pedangan yang bisa nyala"
Sering hanya kareana masalah sepele kita sebagai orang tua melakukan tindakan yang tidak seharusnya kepada anak-anak kita ketika anak bertingkah nakal, atau ketika mereka membangkang dari apa yang kita perintahkan, terkadang juga terkeluar makian yang kasar yang membuat kita sebagai orang tua berubah seperti monster bagi anak kita. Sadarlah mereka hanya anak-anak yang memang belum matang secara kejiwaan, mereka dalam tahap belajar dari lingkungan, wajar jika sekali-kali mereka berbuat salah, dan sadar bahwa jiwa anak-anak sangat rapuh untuk bisa mencerna kata-kata kasar kita atau bahkan gerakan hukuman fisik yang kita berikan.
Terkadang tanpa disadari kesalahan bukan pada anak kita, melainkan pada kita sebagai orang tua yang terlalu kaku mungkin maksud kita baik tapi akan berbeda yang ditangkap oleh anak kita, terkadang sifat kaku kita bisa mengekang kebebasan mereka bermain atau memilih. perlu disadari anak adalah yang berhak dan bebas memilih untuk melakukan yang terbaik menurut mereka. Tugas orang tua bukan melarang atau memerintah, tapi lebih kepada mengarahkan agar mereka tetap berada pada jalur yang sebenarnya.
membayangkan hal tersebut sungguh miris rasanya, haruskah malaikat-malaikat kecil memdapat perlakuan kasar, melihat senyuman yang lugu pun membuat hati begitu tenang, seorang sahabat pernah bercerita bahwa beliau sering mendengar buah hatinya mengigau dan berteriak ketakutan. dan ternyata hasil diskusi lebih jauh menjelaskan bahwa siangnya anak tersebut dapat makian atau kalimat kasar dari ibunya, karena tidak mau makan sayur. Tidak kah anak dilahirkan untuk disayangi?
Lihatlah buka mata & hati anda, bahwa anak-anak tidak akan membenci orang tuanya walaupun terkadang orang tua sering berbuat kasar kepada anaknya. lihatlah ketika anak-anak menangis atau memerlukan bantuan yang terucap dari bibir mungil mereka adalah ibu.... atau ayah.... buahhati kita tidak pernah berdosa kepada orang tuanya, semua mereka lakukan karena mungkin tak sadar kalau apa yang dikerjakan adalah sebuah kesalahan.
sayangilah anak anda, sadarilah bahwa buah hati kita ada untuk di bimbing dan dicintai, hentikan berbuat kasar kepada anak-anak. biarkan mereka menikmati waktu kecilnya dengan indah. sadarlah cintai anak anda mulai sekrang atau anda bisa mencintai anak anda saat mereka terbaring tak berdaya, atau anda baru menyesal dan merasa kehilangan ketika anak anda telah tiada. Selalu ada cinta untuk sang buah hati. Mari sayangi anak-anak kita.
" menatap kepolosan anak-anak, memberi keteduhan jiwa "
"Ini anak, kalau kepasar pasti mintanya jajan terus, kemarin sudah beli mainan, sekarang minta beli mainan lagi, dan dia mengambek dan teriak-teriak di tanah, lagian kan saya bawa uang cukup untuk belanja doang" ungkap ibu itu dengan logat jakarta yang kental, "oh kenapa di cubit & dimaki kan kasihan bu" lanjut saya kepada ibu tersebut. "ya gimana engga dimarhi abis kesel banget di bilangin kagak ngarti-ngarti bandel banget deh ni anak" ucap ibu tersebut "memang dia minta apa bu, tanya saya lagi" si ibu menjawab "itu dia minta dibeliin pedang-pedangan yang bisa nyala"
Sering hanya kareana masalah sepele kita sebagai orang tua melakukan tindakan yang tidak seharusnya kepada anak-anak kita ketika anak bertingkah nakal, atau ketika mereka membangkang dari apa yang kita perintahkan, terkadang juga terkeluar makian yang kasar yang membuat kita sebagai orang tua berubah seperti monster bagi anak kita. Sadarlah mereka hanya anak-anak yang memang belum matang secara kejiwaan, mereka dalam tahap belajar dari lingkungan, wajar jika sekali-kali mereka berbuat salah, dan sadar bahwa jiwa anak-anak sangat rapuh untuk bisa mencerna kata-kata kasar kita atau bahkan gerakan hukuman fisik yang kita berikan.
Terkadang tanpa disadari kesalahan bukan pada anak kita, melainkan pada kita sebagai orang tua yang terlalu kaku mungkin maksud kita baik tapi akan berbeda yang ditangkap oleh anak kita, terkadang sifat kaku kita bisa mengekang kebebasan mereka bermain atau memilih. perlu disadari anak adalah yang berhak dan bebas memilih untuk melakukan yang terbaik menurut mereka. Tugas orang tua bukan melarang atau memerintah, tapi lebih kepada mengarahkan agar mereka tetap berada pada jalur yang sebenarnya.
membayangkan hal tersebut sungguh miris rasanya, haruskah malaikat-malaikat kecil memdapat perlakuan kasar, melihat senyuman yang lugu pun membuat hati begitu tenang, seorang sahabat pernah bercerita bahwa beliau sering mendengar buah hatinya mengigau dan berteriak ketakutan. dan ternyata hasil diskusi lebih jauh menjelaskan bahwa siangnya anak tersebut dapat makian atau kalimat kasar dari ibunya, karena tidak mau makan sayur. Tidak kah anak dilahirkan untuk disayangi?
Lihatlah buka mata & hati anda, bahwa anak-anak tidak akan membenci orang tuanya walaupun terkadang orang tua sering berbuat kasar kepada anaknya. lihatlah ketika anak-anak menangis atau memerlukan bantuan yang terucap dari bibir mungil mereka adalah ibu.... atau ayah.... buahhati kita tidak pernah berdosa kepada orang tuanya, semua mereka lakukan karena mungkin tak sadar kalau apa yang dikerjakan adalah sebuah kesalahan.
sayangilah anak anda, sadarilah bahwa buah hati kita ada untuk di bimbing dan dicintai, hentikan berbuat kasar kepada anak-anak. biarkan mereka menikmati waktu kecilnya dengan indah. sadarlah cintai anak anda mulai sekrang atau anda bisa mencintai anak anda saat mereka terbaring tak berdaya, atau anda baru menyesal dan merasa kehilangan ketika anak anda telah tiada. Selalu ada cinta untuk sang buah hati. Mari sayangi anak-anak kita.
" menatap kepolosan anak-anak, memberi keteduhan jiwa "
Langganan:
Postingan (Atom)